Friday, 6 February 2015

Magelang, Kota Sejuta Bunga?




Pernah dengar Kota bernama Magelang? Sebenarnya aku merasa aneh jika banyak yang belum mengenal Kota yang satu ini mengingat keunikan Kota yang satu ini, tapi kenyataannya demikian. Ternyata Magelang belum seterkenal dugaanku, beberapa kali aku bertanya pada teman-teman FB yang berasal dari luar kota tapi masih banyak yang belum mengenal Kota Magelang. Anehnya, ada temanku yang mengaku sering ke Candi Borobudur ternyata tidak mengenal Kota Magelang. Aduh aduh neeng, Candi Borobudur itu letaknya di Magelang.

Sebagai sebuah Kota, Magelang memang bisa dibilang sangat kecil. Untuk melintasi dari ujung ke ujung Kota Magelang menggunakan sepeda motor tidak dibutuhkan waktu lebih dari 20 menit dengan catatan jalanan sepi. Selain itu, jalanan di Kota Magelang cenderung datar sehingga jika hendak berkendara dengan sepeda onthel tetap terasa nyaman. Tapi meski begitu, pengendara sepeda onthel di Magelang relatif sangat sedikit, mungkin karna gaya hidup yang kekotaan sehingga merasa gengsi jika harus berkendara dengan sepeda onthel.

Berbeda dengan pemandangan di Kota lain seperti Sragen, Klaten, Pemalang, dsb yang tiap pagi banyak dijumpai anak Sekolah berangkat ke Sekolah bareng dengan mengayuh sepeda, di Magelang tidak dijumpai hal semacam itu. Di Magelang, anak Sekolah lebih banyak mengendarai Sepeda Motor. Entah mengendarai sendiri atau dibonceng. Daripada berangkat ke Sekolah dengan mengayuh Sepeda, mereka lebih memilih naik Angkutan Kota.

Meski tergolong kecil, Kota Magelang bisa dikatakan sebagai Kota Semi Metropolitan. Hal itu karna sarana dan prasarana Kota Magelang begitu lengkap. Cukup banyak Mall dibangun. Infrastruktur yang selalu diperbarui. Sekolah Negri yang cukup banyak. Terdapat pula beberapa Universitas didalamnya. Fasilitas yang begitu lengkap. Bahkan di Kota Magelang sudah memiliki Stadion Sepak Bola. Belum lagi rencana pengaktifan kembali jalur kereta api yang menghubungkan Yogyakarta dan Semarang.



Magelang terdiri dari Kabupaten dan Kota. Kabupaten Magelang sendiri jika dibandingkan dengan Kotanya terbilang amat sangat luas. Saya pribadi belum mengenal baik Kabupaten Magelang yang memiliki Slogan Magelang Gemilang, tapi tidak jadi soal karna pada tulisan kali ini saya lebih memfokuskan pada Magelang Kota. Oh iya, sebagai catatan saja, Candi Borobudur yang dijuluki sebagai Candi terbesar di seluruh dunia dan termasuk dalam salah satu Keajaiban Dunia terletak di Kabupaten Magelang, tepatnya di Kecamatan Borobudur. Jika berkendara dengan sepeda motor dari pusat Kota Magelang mungkin dibutuhkan waktu sekitar 30 menit.



Baiklah, kembali ke topik utama, tentang Kota Magelang. Secara geografis, Magelang mungkin bisa dianggap sebagai benteng yang kokoh, andai saja belum ada pesawat ataupun nuklir dalam peperangan. Bagaimana tidak? Magelang dikelilingi oleh Gunung, yakni Gunung Sumbing di sebelah barat, Gunung Merbabu dan Gunung Merapi disebelah Timur dan Gunung Sindoro sebelah utara, belum lagi perbukitan lain yang aku tidak kenal namanya. Selain itu di sebelah baratnya melintas sungai Progo dan disebelah timurnya dilintasi sungai Elo. Bisa dibayangkan kan betapa kokohnya jika Magelang dijadikan benteng pertahanan?

Magelang adalah Kota yang sejuk, pepohonan rindang masih banyak dijumpai. Arus lalu lintas di Kota Magelang sendiri terbilang lancar. Pemerintah menyediakan jalan lintasan untuk sepeda ontel dan becak, meski masih sering pengendara motor menyalahgunakan lintasan tersebut. Selain itu Magelang dikenal bebas banjir karna terletak di dataran tinggi. Jikapun air hujan melimpah tentulah akan langsung mengalir ke Sungai Progo atau Sungai Elo.

Terdapat sebuah bangunan zaman Belanda yang menjadi ciri khas Kota Magelang dan bahkan dijadikan maskot Kota Magelang. Bangunan tersebut lebih sering dikenal dengan sebutan Kompor Air. Karna berbentuk seperti Kompor dan digunakan untuk menampung air  yang kemudian dialirkan ke penjuru Kota Magelang. Kompor Air itu terletak tepat di Alun-alun Kota Magelang.



Selain Kompor Air ada bangunan lain yang dijadikan maskot Kota Magelang, bangunan itu adalah sebuah patung raksasa replika Pangeran Diponegoro yang menunggang Kuda. Patung tersebut juga terletak di Alun-alun Kota Magelang. Jika ada bangunan lain yang bisa dijadikan simbol Kota Magelang, tentu saja itu adalah Candi Borobudur.

Tepat di pusat Kota Magelang terdapat sebuah Bukit yang bernama Bukit Tidar. Konon kabarnya, Bukit Tidar terletak di pusat Pulau Jawa. Dan mitosnya, Bukit Tidar merupakan “pakuneng Jowo” (pakunya Pulau Jawa, pen). Yang mana mitosnya, dulu Pulau Jawa selalu “gonjang-ganjing” kesana kemari, sebab itulah dipatok dengan Bukit Tidar sehingga Pulau Jawa tetap ditempatnya. Di bawah kaki bukit Tidar terdapat markas AKMIL, selain itu disisi Utara sebelah Baratnya digunakan sebagai Lapangan Golf.

Tempat Wisata di Magelang cukup banyak, terutama di daerah Kabupaten. Seperti Curug Slawe, Kedung Kayang, Ketep, Candi Borobudur, Pisangan dan masih banyak lagi. Sementara di Kota Magelang sendiri terdapat Taman Kyai Langgeng, yang mana didalamnya terdapat beragam koleksi bunga dan satwa, juga wahana bermain. Selain itu mungkin lebih pada Museum, dari Museum Diponegoro, Museum Soedirman, dsb.



Magelang memiliki makanan khas bernama Gethuk Trio dan Kupat Tahu. Keduanya asli dari Kota Magelang. Diberi nama Gethuk Trio karna makanan khas yang terbuat dari ketela itu memiliki tiga warna yaitu putih, pink dan coklat. Sementara pemberian nama Kupat Tahu sudah bisa ditebak, karna menggunakan Ketupat dan Tahu didalam pengolahannya.


Slogan Kota Magelang beberapa kali mengalami perubahan. Pada awalnya, adalah Magelang Kota Harapan yang merupakan kepanjangan dari Hidup Asri Rapi Aman Nyaman. Kemudian diganti menjadi Magelang Kota Jasa, saya masih belum mengerti maksud penamaan tersebut. Dan untuk saat Ini Walikota Magelang mengganti slogan Kota menjadi Magelang Kota Sejuta Bunga.

Kenapa diberinama Magelang Kota Sejuta Bunga? Silakan bertanya pada rumput yang bergoyang, hehehe... Sebenarnya banyak masyarakat Magelang yang penasaran tentang kenapa Pak Sigit (Walikota Magelang) mengganti slogan Kota Magelang dari Magelang Kota Harapan menjadi Magelang Kota Sejuta Bunga. Mengingat di Kota Magelang sendiri tidak berbeda dengan umumnya Kota lain dalam hal penanaman bunga. Tidak banyak bunga disepanjang jalan Kota Magelang, juga tidak digalakkan penanaman bunga kepada masyarakat.

Sebagai gantinya, Walikota Magelang menempatkan beberapa lampu replika berbentuk bunga di beberapa titik, hal itulah satu-satunya yang membuat Kota Magelang memiliki nilai lebih dalam hal per-bunga-an di banding Kota lain. Namun tetap saja mengecewakan karna bukan malah menanami bunga-bunga asli di sepanjang jalan Kota Magelang tapi justru menanami dengan bunga palsu. Jadi jangan heran jika beberapa warga Magelang dengan sinis memberi slogan Magelang Kota Sejuta Lampu Bunga.



Categories:

6 comments:

  1. candi borobudur itu di kecamatan borobudur, bukan mungkid

    ReplyDelete
  2. Anak sekolah ndak pada pake sepeda karena jalannya naik turun

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo daerah kota jarang yang naik turun. jikapun ada tak seberapa tinggi

      Delete
  3. bg apa ada alamat di bawah ini ya .
    jl .magelang km 17 karanganyar

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf, saya kurang tau. karanganyar itu masuk kebumen ya? jika iya maka bisa saja ada alamat seperti itu.

      Delete